Postingan

Menampilkan postingan dengan label akronim

Sekali lagi soal singkatan dan akronim

Singkatan dan akronim itu berbeda meskipun keduanya bisa dianggap sebagai salah satu proses pembentukan kata. Penulisan singkatan dan akronim diatur di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan atau yang lebih dikenal dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Apa beda antara singkatan dan akronim?

Penulisan Akronim

Akronim dan singkatan memiliki kesamaan sekaligus perbedaan. Kesamaan akronim dan singkatan adalah bahwa keduanya merupakan pemendekan dari bentukan kata yang panjang.Adapun perbedaannya adalah bahwa singkatan secara umum diucapkan per huruf, seperti dieja, sebaliknya akronim dibaca sebagai sebuah kata. Pada kesempatan ini, akan kita bahas bagaimana menuliskan akronim.

Penulisan Akronim

Sekarang kita bahas bagaimana menuliskan akronim yang sesuai dengan aturan Ejaan Yang Disempurnakan. Sebagaimana telah kita ketahui, sebenarnya akronim merupakan singkatan yang dibaca sebagai sebuah kata. Jadi, dalam akronim dapat dipastikan terdapat bunyi vokal, sebab jika tanpa bunyi vokal, tidak mungkin dapat dibaca sebagai sebuah kata utuh. Akronim ditulis dengan huruf kapital semua jika yang dijadikan akronim merupakan huruf-huruf awal kata yang dijadikan akronim. Misalnya: KONI (Komite olahraga Nasional Indonesia) PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) SIM (Surat Izin Mengemudi) Akronim ditulis dengan huruf awal kapital jika akronim tersebut merupakan nama organisasi, nama lembaga, atau mengacu kepada nama diri. Akronim tersebut bukan berasal dari huruf-huruf awal kata pembentuknya. Misalnya: Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Unibraw (Universitas Brawijaya) Akronim ditulis dengan huruf kecil semua jika bukan merupakan nama dan bu...