Postingan

Menampilkan postingan dengan label objek

Subjek itu apa sih?

Sejak SD, kita sudah diajarkan tentang apa itu subjek (S). Tapi, masalahnya sampai sekarang kita masih saja bingung menentukan subjek pada sebuah kalimat. Wajar, sih, bingung menentukan subjek sebab subjek itu--seperti halnya predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel.), dan keterangan (K)--merupakan konsep abstrak.

objek dan pelengkap

Objek (disingkat O) dan pelengkap (disingkat Pel) adalah unsur yang bisa dikategorikan setengah inti. Artinya, pada kalimat tertentu objek dan pelengkap wajib hadir, sedangkan pada kalimat bentuk lain ketidahhadiran objek dan pelengkap bukanlah persoalan. Objek mirip dengan pelengkap, tetapi tentu saja keduanya berbeda. Letak objek dan predikat yang sering berada di ujung kalimat sering menyebabkan keduanya ditafsirkan sebagai keterangan. Namun, sebagaimana sudah saya jelaskan dalam artikel lain, keterangan (K) bukan unsur inti, kehadiran tidak wajib pada sebuah kalimat.

Ternyata stop pakai e

Bahasa Indonesia banyak menyerap kata-kata asing. Penyerapan kata asing oleh suatu bahasa merupakan keniscayaan selama pemakai bahasa itu berhubungan dengan bangsa-bangsa lain. Itu tak terhindarkan apalagi jika bangsa yang menjadi asal kata tersebut memiliki pengaruh yang kuat terhadap bangsa yang menyerap kata tersebut. Itu juga tidak bermakna bahwa bangsa tersebut miskin dalam hal kata-kata. Harap diingat sebuah bangsa pada dasarnya sudah cukup menggunakan kata-kata yang diciptakan bangsa itu sendiri jika berkomunikasi dan berinteraksi masih dalam seputar lingkuangan pemakaian bahasa tersebut. Bahasa Indonesia tidak terlepas dari penyerapan kata asing sebab faktor-faktor geografis dan faktor budaya juga memaksa kita melakukan penyerapan itu. Dalam hal teknologi, sebab kita kalah maju dalam bidang ini, mau tidak mau berbagai produk dengan nama asing masuk, dan terpaksa nama-nama produk itu diserap ke dalam bahasa Indonesia. Kata-kata, seperti komputer, jelas tidak ada padanannya dalam...

Soal Preposisi dalam Pemberitahuan

Ada berbagai jenis kalimat sesuai dengan keperluan kita masing-masing. Dari sisi tujuannya, misalnya, dapatlah kita sebut adanya kalimat pemberitahuan atau kalimat yang bersifat pengumuman. Kalimat-kalimat seperti ini dalam bahasa Indonesia sering didahului oleh sebuah preposisi. Tepatkah keberadaan preposisi di awal sebuah kalimat pemberitahuan? Preposisi adalah kata bantu atau kata tugas yang menandai bagian tertentu dalam kalimat sebagai fungsi keterangan. jadi, setiap frase preposisional sudah dapat dipastikan, fungsinya dalam kalimat adalah Keterangan. rumah=kata benda di rumah=frase preposisional=Keterangan Bandung=kata benda dari Bandung=frasa preposisional=Keterangan Perhatikan sebuah kalimat pengumuman di bawah ini! Bagi yang terlambat harap melapor ke sekretariat. bagi yang terlambat=frasa preposisional=Keterangan (kata bagi adalah preposisi) harap melapor=frasa verbal=predikat ke sekretariat=frasa preposisional=keterangan (kata ke adalah preposisi) Jadi, kalimat pengumuman d...

Beda Inti kalimat dan Kalimat Inti

Judul di atas dan keseluruhan tulisan ini merupakan respons saya atas pertanyaan yang sering saya dapatkan ketika mengajar di kelas atau lewat email yang masuk. Kedua istilah itu--inti kalimat dan kalimat inti--sering dianggap sama dan ada pula yang menganggap berbeda. Menurut saya, secara istilah, kedua hal tersebut berbeda. Akan tetapi, dalam kaitannya dengan soal-soal tes (terutama tipe soal ujian masuk PTN, seperti SNMPTN, UM UGM, Simak UI, UMB, kedua istilah itu dapat dipersamakan. Inti kalimat adalah unsur-unsur inti di dalam sebuah kalimat, yaitu suatu unsur yang wajib ada dalam sebuah struktur kalimat. Sebuah kalimat harus memiliki subjek dan predikat. Jadi, inti kalimat adalah SUBJEK dan PREDIKAT. Selain itu, bisa juga OBJEK, tapi dengan syarat kalimat itu kalimat aktif transitif. Unsur yang bukan inti adalah KETERANGAN. Sebaliknya, kalimat inti adalah satu jenis kalimat yang memiliki syarat (1) terdiri atas inti-inti kalimat, (2)inti-inti kalimat itu pun harus merupakan sebua...

Kalimat baku/Kalimat standar cont. 2

Yang juga perlu diperhatikan dalam penyusunan kalimat baku adalah bentuk kalimat pasif. Dalam bahasa Indonesia, dikenal dua bentuk pasif. Bentuk pertama adalah kalimat pasif yang proses pembentukannya dengan mengubah bentuk verba aktif berawalan me- menjadi verba berawalan di-, yang diikuti juga dengan perubahan posisi subjek kalimatnya. Contoh: Ayah sedang membaca koran. (Kalimat aktif transitif) Pemasifan dapat dilakukan dengan cara: 1. ubah posisi objek menjadi subjek, dan sebaliknya sehingga kalimat menjadi Koran sedang membaca ayah. -->proses belum selesai, dilanjutkan dengan 2. ubah verba berawalan me- menjadi berawalan di-: membaca-->dibaca; kalimat menjadi Koran sedang dibaca ayah. (Kata depan oleh dalam kalimat di atas mana suka) Namun, aturan tersebut tidak berlaku apabila subjek kalimat aktifnya berupa kata ganti orang kesatu atau orang kedua baik tunggal maupun jamak. Contoh kata ganti orang kesatu: aku, saya, kita, dan kami; contoh orang kedua: kamu, engkau...

kalimat baku/kalimat standar cont. 1

syarat kedua, kebakuan kalimat dilihat dari kelengakapan kalimat. Sebuah kalimat lengkap adalah kalimat yang memenuhi kehadiran subjek dan predikat secara bersamaan. Itu syarat kelengkapan kalimat yang pertama, syarat lainnya adalah kehadiran objek mutlak ada jika kalimat tersebut berpredikat verba transitif. Berikut contoh-contoh kalimat tidak baku. Dalam pertemuan tingkat tinggi itu membicarakan perkembangan terbaru keamanan di Timut Tengah. Ketidakbakuan kalimat tersebut disebabkan subjek kalimat tidak hadir. Unsur yang ada adalah K=Dalam pertemuan tingkat tinggi itu; P=membicarakan; O=perkembangan terbaru keamanan di Timur Tengah. Peristiwa yang terjadi di kampungku itu sebab penduduk lalai menjaga keamanan. Kalimat di atas juga tidak baku, penyebabnya adalah P tidak hadir. Unsur yang ada pada kalimat tersebut adalah S=peristiwa yang terjadi di kampungku itu; K=sebab penduduk lalai menjaga keamanan. Artikel yang ditulisnya membicarakan tentang kenakalan remaja. Kalimat di atas juga...