Postingan

Menampilkan postingan dengan label verba transitif

Jika ada saya atau kamu, jangan pakai di-!

Kita tahu bahwa bentuk kalimat itu macam-macam. Sejak di sekolah dasar kita sudah diajari tentang kalimat aktif dan kalimat pasif. Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan, sedangkan kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai atau menjadi sasaran suatu pekerjaan. Tidak semua kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif. Syarat sebuah kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif adalah berpredikat kata kerja transitif (berawalan me- dan diikuti objek). Misalnya: (1) Kakak mengetik naskah cerpen. Kalimat ini berpredikat MENGETIK yang merupakan kata kerja transitif sebab berawalan me- dan diikuti objek (naskah cerpen). Jadi, kalimat (1) bisa dipasifkan. (2) Adik bermain sepak bola. Kalimat (2) berpredikat BERMAIN yang bukan kata kerja transitif, awalannya ber- dan tidak SEPAK BOLA dalam kalimat itu berfungsi sebagai pelengkap. jadi, kalimat (2) tidak dapat dipasifkan.. Kalimat (1) di atas jika dipasifkan tinggal diubah objek menjadi subjek, kemudian...

Tentang kata Wajib

Belum lama saya mendapat SMS dari seorang mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta. Mahasiswa tersebut menanyakan apakah benar sebuah nomina (kata benda) tidak dapat didahului kata WAJIB, misalnya MEJA adalah kata benda sebab tidak dapat didahului kata wajib, tidak ada bentuk WAJIB MEJA, alias tidak berterima. Demikian yang dia baca dalam sebuah buku tatat bahasa yang dikarang oleh dedengkot (demikian mahasiswa tersebut menjuluki) di Jurusan bahasa dan satra UNJ. Saya sampaikan bahwa secara tradisional, para ahli tata bahasa menguji sebuah kata termasuk ke dalam kelas kata apa, dengan menggunakan kata khusus yang diletakkan di muka kata yang hendak diuji. Kata BUKAN berpasangan dengan NOMINA, kata TIDAK dengan VERBA, kata SANGAT dengan ADJEKTIVA. Misalnya BUKAN BUKU, bentuk itu berterima maka buku adalah kata benda; TIDAK MAKAN, bentuk berterima maka makan adalah kata kerja; SANGAT PANDAI, bentuk berterima maka pandai kata sifat. Untuk kata WAJIB, seba...

kalimat baku/kalimat standar cont. 1

syarat kedua, kebakuan kalimat dilihat dari kelengakapan kalimat. Sebuah kalimat lengkap adalah kalimat yang memenuhi kehadiran subjek dan predikat secara bersamaan. Itu syarat kelengkapan kalimat yang pertama, syarat lainnya adalah kehadiran objek mutlak ada jika kalimat tersebut berpredikat verba transitif. Berikut contoh-contoh kalimat tidak baku. Dalam pertemuan tingkat tinggi itu membicarakan perkembangan terbaru keamanan di Timut Tengah. Ketidakbakuan kalimat tersebut disebabkan subjek kalimat tidak hadir. Unsur yang ada adalah K=Dalam pertemuan tingkat tinggi itu; P=membicarakan; O=perkembangan terbaru keamanan di Timur Tengah. Peristiwa yang terjadi di kampungku itu sebab penduduk lalai menjaga keamanan. Kalimat di atas juga tidak baku, penyebabnya adalah P tidak hadir. Unsur yang ada pada kalimat tersebut adalah S=peristiwa yang terjadi di kampungku itu; K=sebab penduduk lalai menjaga keamanan. Artikel yang ditulisnya membicarakan tentang kenakalan remaja. Kalimat di atas juga...