Postingan

Menampilkan postingan dengan label kalimat pasif

objek dan pelengkap

Objek (disingkat O) dan pelengkap (disingkat Pel) adalah unsur yang bisa dikategorikan setengah inti. Artinya, pada kalimat tertentu objek dan pelengkap wajib hadir, sedangkan pada kalimat bentuk lain ketidahhadiran objek dan pelengkap bukanlah persoalan. Objek mirip dengan pelengkap, tetapi tentu saja keduanya berbeda. Letak objek dan predikat yang sering berada di ujung kalimat sering menyebabkan keduanya ditafsirkan sebagai keterangan. Namun, sebagaimana sudah saya jelaskan dalam artikel lain, keterangan (K) bukan unsur inti, kehadiran tidak wajib pada sebuah kalimat.

Setelah ada subjek di belakang!

Biasanya dalam kalimat bahasa Indonesia, subjek terletak di depan predikat. Seperti dalam kalimmat: Ibu pergi ke pasar . Kakak mengiris SMS tadi . Dua kalimat di atas masing-masing bersubjek ibu dan kakak . Keduanya terletak di depan predikat kalimat masing-masing. Kalimat yang subjekya mendahului predikat dikenal dengan istilah kalimat normal. Selain kalimat normal, dikenal juga kalimat inversi, yaitu kalimat yang predikatnya mendahului subjek. Dalam bahasa Indonesia, kata kerja ada merupakan kata kerja yang ketika menjadi predikat selalu mendahului subjek. Contoh: Ada tamu di rumahku. Ada pertemuan besok . Nah, subjek kedua kalimat tersebut masing-masing tamu dan p ertemuan tersebut . Itulah kalimat inversi. Kalimat inversi sering dalam bentuk psif. Contoh: Di lemari tergantung pakaian . Di sana diadakan pameran . Subjeknya masing-masing pakaian dan pameran . Selamat membaca!

Jika ada saya atau kamu, jangan pakai di-!

Kita tahu bahwa bentuk kalimat itu macam-macam. Sejak di sekolah dasar kita sudah diajari tentang kalimat aktif dan kalimat pasif. Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan, sedangkan kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai atau menjadi sasaran suatu pekerjaan. Tidak semua kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif. Syarat sebuah kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif adalah berpredikat kata kerja transitif (berawalan me- dan diikuti objek). Misalnya: (1) Kakak mengetik naskah cerpen. Kalimat ini berpredikat MENGETIK yang merupakan kata kerja transitif sebab berawalan me- dan diikuti objek (naskah cerpen). Jadi, kalimat (1) bisa dipasifkan. (2) Adik bermain sepak bola. Kalimat (2) berpredikat BERMAIN yang bukan kata kerja transitif, awalannya ber- dan tidak SEPAK BOLA dalam kalimat itu berfungsi sebagai pelengkap. jadi, kalimat (2) tidak dapat dipasifkan.. Kalimat (1) di atas jika dipasifkan tinggal diubah objek menjadi subjek, kemudian...

Kalimat baku/Kalimat standar cont. 2

Yang juga perlu diperhatikan dalam penyusunan kalimat baku adalah bentuk kalimat pasif. Dalam bahasa Indonesia, dikenal dua bentuk pasif. Bentuk pertama adalah kalimat pasif yang proses pembentukannya dengan mengubah bentuk verba aktif berawalan me- menjadi verba berawalan di-, yang diikuti juga dengan perubahan posisi subjek kalimatnya. Contoh: Ayah sedang membaca koran. (Kalimat aktif transitif) Pemasifan dapat dilakukan dengan cara: 1. ubah posisi objek menjadi subjek, dan sebaliknya sehingga kalimat menjadi Koran sedang membaca ayah. -->proses belum selesai, dilanjutkan dengan 2. ubah verba berawalan me- menjadi berawalan di-: membaca-->dibaca; kalimat menjadi Koran sedang dibaca ayah. (Kata depan oleh dalam kalimat di atas mana suka) Namun, aturan tersebut tidak berlaku apabila subjek kalimat aktifnya berupa kata ganti orang kesatu atau orang kedua baik tunggal maupun jamak. Contoh kata ganti orang kesatu: aku, saya, kita, dan kami; contoh orang kedua: kamu, engkau...