Postingan

Menampilkan postingan dengan label tetiba

Gegara Tetiba Kita Bingung

Ada dua bentuk kata yang belakangan ini sering dipakai dalam berkomunikasi di media sosial. Kedua bentukan kata itu adalah gegara dan tetiba. Apakah dua bentuk kata ini betul? Pertama, saya pikir dua kata itu dibentuk dengan analogi, yaitu mengikuti pola bentukan kata yang sudah ada. Pembentukan kata yang saya maksudkan adalah pola bentukan melalui reduplikasi atau pengulangan kata. Dalam proses pembentukan kata ulang, misalnya, kita dapatkan bentuk lelaki yang konon berasal dari kata laki-laki , kemudian dijadikan kata ulang sebagian atau dwipurwa dalam konsep lingustik tradisional. Contoh yang lain adalah tetangga , yang pada awalnya berasal dari kata tangga , kemudian dijadikan kata ulang sebagian, yaitu dengan mengulang bagian depannya sehingga menjadi tatangga, kemudian dihaluskan dengan mengubah fonem a pada ta menjadi te- sehingga hasilnya menjadi tetangga. Prosesnya seperti tergambar di bawah ini: laki-->lalaki-->lelaki tangga-->tatangga-->tetangga luhur-->...