Postingan

Menampilkan postingan dengan label kalimat inti

Kapan luluhnya?

Peluluhan atau nasalisasi merupakan salah satu proses morfologis. Proses morfologis adalah proses-proses yang bersangkut paut dengan pembentukan sebuah kata. Dalam pembentukan sebuah kata, bahan dasarnya adalah satuan bentuk terkecil yang memiliki makna, biasanya dikenal dengan sebutan morfem. Ada dua jenis morfem, yaitu morfem bebas (berupa kata dasar) dan morfem terikat (berupa imbuham). Nah, penggabungan antara morfem terikat (sebuah imbuhan) dengan kata dasar pada kasus tertentu akan menyebabkan terjadonya proses peluluhan. Imbuhan yang terkena proses ini adalah me- (meN-, meng-) dan pe- (peN-, peng-). Imbuhan lain tidak terkena proses ini. Kata dasar yang terkena proses ini adalah kata dasar yang diawali /k/, /t/, /s/, dan /p/. Jadi, me- dilekatkan pada kirim menjadi mengirim, /k/ diubah menjadi /ng/ me- dilekatkan pada tulis menjadi menulis, /t/ diubah menjadi /n/ me- dilekatkan pada sapu menjadi menyapu, /s/ diubah menjadi /ny/ me- dilekatkan pada putar menjadi...

Beda Inti kalimat dan Kalimat Inti

Judul di atas dan keseluruhan tulisan ini merupakan respons saya atas pertanyaan yang sering saya dapatkan ketika mengajar di kelas atau lewat email yang masuk. Kedua istilah itu--inti kalimat dan kalimat inti--sering dianggap sama dan ada pula yang menganggap berbeda. Menurut saya, secara istilah, kedua hal tersebut berbeda. Akan tetapi, dalam kaitannya dengan soal-soal tes (terutama tipe soal ujian masuk PTN, seperti SNMPTN, UM UGM, Simak UI, UMB, kedua istilah itu dapat dipersamakan. Inti kalimat adalah unsur-unsur inti di dalam sebuah kalimat, yaitu suatu unsur yang wajib ada dalam sebuah struktur kalimat. Sebuah kalimat harus memiliki subjek dan predikat. Jadi, inti kalimat adalah SUBJEK dan PREDIKAT. Selain itu, bisa juga OBJEK, tapi dengan syarat kalimat itu kalimat aktif transitif. Unsur yang bukan inti adalah KETERANGAN. Sebaliknya, kalimat inti adalah satu jenis kalimat yang memiliki syarat (1) terdiri atas inti-inti kalimat, (2)inti-inti kalimat itu pun harus merupakan sebua...

Kalimat Inti

Gambar
Pengertian Kalimat Inti Pembahasan tentang kalimat inti pada dasarnya berkaitan dengan S, P, O, Pel., dan K. Pada Bab S, P, O, Pel., dan K dijelaskan bahwa unsur inti kalimat meliputi S, P, dan O atau Pel., tetapi kedua unsur terakhir kehadirannya bergantung pada jenis kata yang menempati P. Sebaliknya, unsur K tidak termasuk ke dalam unsur inti kalimat. Lalu, apa yang dimaksud dengan kalimat inti? Kalimat inti memiliki ciri-ciri: • Hanya terdiri atas unsur inti kalimat (S, P, O/Pel.); • Unsur-unsur inti itu selalu berupa kata, tidak mungkin berupa kelompok kata; • berpola kalimat normal (SP), bukan kalimat inversi (PS); • Berupa kalimat berita; dan • Tidak dalam bentuk kalimat negatif Contoh: (1) Ibu pergi. S P (2) Kakak membaca majalah. S P O (3) Ibu berjualan beras. S P Pel. Ketiga kalimat di atas termasuk kalimat inti sebab dapat memenuhi ciri-ciri kalimat inti sebagaimana disebutkan di atas. Mentransformasikan Kalimat Inti Sebuah ...