Postingan

Menampilkan postingan dengan label pelesapan subjek

Kalimat Baku: Struktur Baku

Tahun-tahun terakhir ini dalam soal ujian masuk ke PTN untuk mata pelajaran bahasa Indonesia selalu saja ada pertanyaan tentang kalimat baku. Menganalasis kebakuan sebuah kalimat tidaklah mudah sebab ada beberapa persyaratan yang harus dilihat. Salah satunya adalah melihat kebakuan dari sisi struktur. Demikian juga dalam kenyataannya di soal, kebakuan dari sisi struktur sangat dominan. Namun, jangan khawatir sebab analisis kebakuan struktur justru yang paling konkret dan mudah diurainya. Baku secara struktur berarti kalimat itu memiliki induk kalimat (klausa bebas) yang memiliki subjek dan predikat (unsur inti kalimat). Unsur yang sering mengecoh kebakuan adalah Keterangan, yang dicirikan dengan diawali preposisi dan konjungsi subordinatif. Ini daftar preposisi: di, ke, dari, dalam, pada, oleh, bagi, seperti, untuk.... Ini daftar konjungsi subordinatif: yang, sebab, karena, sehingga, agar, supaya, walaupun, ketika, saat, yang,...(dan beberapa lagi) INGAT! Setiap kata atau frasa yang di...

GARA-GARA SUBJEK MELESAP, MANDOR MENCURI

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menilai sebuah kebakuan kalimat adalah pelesapan unsur pada anak kalimat. Jika kalimat terdiri atas dua klausa atau lebih, kalimat tersebut biasanya dikenal dengan sebutan kalimat majemuk. Dalam kalimat majemuk, dua buah klausa tadi bisa saja memiliki unsur yang sama. Misalnya kalimat: Sebab adik sakit, adik tidak pergi ke sekolah. Pada kalimat tersebut, klausa 1 adalah SEBAB ADIK SAKIT, sedangkan klausa 2 adalah ADIK TIDAK PERGI KE SEKOLAH. Kedua klausa tersebut memiliki subjek yang sama, yaitu ADIK. Sebab itu, pada kalimat tersebut harus terjadi pelesapan subjek, yakni penghilangan subjek (pada anak kalimat). Dengan demikian, kalimat itu menjadi "Sebab sakit, adik tidak pergi ke sekolah" Hanya saja soal lesap-melesapkan ini, sering orang tanpa sadar melakukan pelesapan yang tidak atau kurang tepat. Misalnya: Sebab sering mencuri, mandor memecat pegawai tersebut. Siapakah yang sering mencuri dalam kalimat tersebut? Coba perhatikan...