Postingan

Menampilkan postingan dengan label klausa

Konjungsi Bisa Menyebabkan Ketidakbakuan Kalimat

Salah satu penyebab ketidakbakuan kalimat adalah penggunaan kata hubung (konjungsi) yang tidak tepat. Banyak di antara kita yang memandang kata hubung sekadar pada maknanya, padahal kata hubung pun memiliki fungsi. Dari fungsi itu pulalah, para linguis menyebutkan adanya beberapa ejenis kata hubung. Jenis-jenis kata hubung itu, misalnya, kata hubung antarklausa dan kata hubung antarkalimat. Adanya beberapa jenis kata hubung berdasarkan fungsinya itu maka pemakaiannya kata hubung harus tepat benar agar kalimat yang dihasilkan menjadi kalimat yang baku.

Jenis-jenis Klausa

Pernah dengar istilah klausa, bukan? Klausa mirip dengan kalimat sebab sama-sama memiliki subjek dan predikat. Bedanya adalah klausa tidak berintonasi final, artinya tidak diakhiri dengan tanda baca penanda akhir kalimat, seperti titik (.), tanda tanya (?), dan tanda seru (!). Pun, tidak mutlak diawali huruf kapital.

Apa itu frasa?

Apa itu frasa? Secara sederhana, sebuah frasa dapat didefinisikan sebagai sebuah kelompok kata yang berada pada salah satu fungsi sintaksis serta penggabungan kata-kata itu masih mempertahankan secara utuh makna kata-kata yang bergabung tersebut.

kalimat tunggal dan kalimat majemuk

Kalimat tunggal dan kalimat majemuk adalah dua jenis kalimat (dari sekian banyak nama-nama kalimat) yang yang dibedakan berdasarkan jumlah klausa di dalamnya. Atau, dulu bukan klausa yang dipakai, melainkan pola kalimatnya atau jumlah S(ubjek) dan P(redikatnya)