Postingan

Menampilkan postingan dengan label predikat

Subjek itu apa sih?

Sejak SD, kita sudah diajarkan tentang apa itu subjek (S). Tapi, masalahnya sampai sekarang kita masih saja bingung menentukan subjek pada sebuah kalimat. Wajar, sih, bingung menentukan subjek sebab subjek itu--seperti halnya predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel.), dan keterangan (K)--merupakan konsep abstrak.

Predikat dalam Kalimat

Predikat (disingkat: P) merupakan unsur inti sebuah kalimat. Bahkan, predikatlah yang menentukan bagian depan atau belakangnya harus diisi dengan apa.Jika kalimat dijadikan kalimat minor, unsur yang tersisa adalah predikat. Jadi, inti paling utama dari kalimat adalah predikat. Dalam kalimat baku atau kalimat efektif, keberadaan predikat dianggap berpasangan dengan subjek. Sebab itu, sebuah kalimat efektif memiliki syarat utama kehadiran subjek dan predikat.

Setelah ada subjek di belakang!

Biasanya dalam kalimat bahasa Indonesia, subjek terletak di depan predikat. Seperti dalam kalimmat: Ibu pergi ke pasar . Kakak mengiris SMS tadi . Dua kalimat di atas masing-masing bersubjek ibu dan kakak . Keduanya terletak di depan predikat kalimat masing-masing. Kalimat yang subjekya mendahului predikat dikenal dengan istilah kalimat normal. Selain kalimat normal, dikenal juga kalimat inversi, yaitu kalimat yang predikatnya mendahului subjek. Dalam bahasa Indonesia, kata kerja ada merupakan kata kerja yang ketika menjadi predikat selalu mendahului subjek. Contoh: Ada tamu di rumahku. Ada pertemuan besok . Nah, subjek kedua kalimat tersebut masing-masing tamu dan p ertemuan tersebut . Itulah kalimat inversi. Kalimat inversi sering dalam bentuk psif. Contoh: Di lemari tergantung pakaian . Di sana diadakan pameran . Subjeknya masing-masing pakaian dan pameran . Selamat membaca!

Kalimat Baku: Struktur Baku

Tahun-tahun terakhir ini dalam soal ujian masuk ke PTN untuk mata pelajaran bahasa Indonesia selalu saja ada pertanyaan tentang kalimat baku. Menganalasis kebakuan sebuah kalimat tidaklah mudah sebab ada beberapa persyaratan yang harus dilihat. Salah satunya adalah melihat kebakuan dari sisi struktur. Demikian juga dalam kenyataannya di soal, kebakuan dari sisi struktur sangat dominan. Namun, jangan khawatir sebab analisis kebakuan struktur justru yang paling konkret dan mudah diurainya. Baku secara struktur berarti kalimat itu memiliki induk kalimat (klausa bebas) yang memiliki subjek dan predikat (unsur inti kalimat). Unsur yang sering mengecoh kebakuan adalah Keterangan, yang dicirikan dengan diawali preposisi dan konjungsi subordinatif. Ini daftar preposisi: di, ke, dari, dalam, pada, oleh, bagi, seperti, untuk.... Ini daftar konjungsi subordinatif: yang, sebab, karena, sehingga, agar, supaya, walaupun, ketika, saat, yang,...(dan beberapa lagi) INGAT! Setiap kata atau frasa yang di...

Hilangnya subjek yang menjadi jenderal

Sebuah berita berjudul "Usia 20 Tahun Jadi Jenderal Militer" cukup mengusik perhatian saya. Judul sebuah berita memiliki syarat: (1)menarik perhatian pembaca, (2) singkat, dan (3)mewakili seluruh isi berita. Jika syarat itu terpenuhi, baguslah judul itu. Sebab itu, dalam judul berita koran dan sejenisnya, struktur kalimat menjadi kurang diperhatikan. Kita sering menemukan hilangnya awalan me- dalam judul berita. Misalnya, Pemrintah akan naikkan harga BBM. Dalam kalimat tersebut kata naikkan sebenarnya menaikkan, tetapi me- nya dihilangkan untuk lebih hemat. Mari kita analisis judul "Usia 20 tahun jadi jenderal militer". Kalau struktur kalimatnya dianalisis, subjeknya adalah usia 20 tahun, predikatnya jadi, dan pelengkapnya jenderal militer. Dengan demikian, yang menjadi jenderal militer adalah USIA 20 TAHUN, tentu saja itu tidak logis. Sebab itu, kita harus menganggap subjek kalimat tersebut dilesapkan. Untuk tahu apa subjeknya terpaksa kita harus membaca isi berita...

Soal Preposisi dalam Pemberitahuan

Ada berbagai jenis kalimat sesuai dengan keperluan kita masing-masing. Dari sisi tujuannya, misalnya, dapatlah kita sebut adanya kalimat pemberitahuan atau kalimat yang bersifat pengumuman. Kalimat-kalimat seperti ini dalam bahasa Indonesia sering didahului oleh sebuah preposisi. Tepatkah keberadaan preposisi di awal sebuah kalimat pemberitahuan? Preposisi adalah kata bantu atau kata tugas yang menandai bagian tertentu dalam kalimat sebagai fungsi keterangan. jadi, setiap frase preposisional sudah dapat dipastikan, fungsinya dalam kalimat adalah Keterangan. rumah=kata benda di rumah=frase preposisional=Keterangan Bandung=kata benda dari Bandung=frasa preposisional=Keterangan Perhatikan sebuah kalimat pengumuman di bawah ini! Bagi yang terlambat harap melapor ke sekretariat. bagi yang terlambat=frasa preposisional=Keterangan (kata bagi adalah preposisi) harap melapor=frasa verbal=predikat ke sekretariat=frasa preposisional=keterangan (kata ke adalah preposisi) Jadi, kalimat pengumuman d...

Beda Inti kalimat dan Kalimat Inti

Judul di atas dan keseluruhan tulisan ini merupakan respons saya atas pertanyaan yang sering saya dapatkan ketika mengajar di kelas atau lewat email yang masuk. Kedua istilah itu--inti kalimat dan kalimat inti--sering dianggap sama dan ada pula yang menganggap berbeda. Menurut saya, secara istilah, kedua hal tersebut berbeda. Akan tetapi, dalam kaitannya dengan soal-soal tes (terutama tipe soal ujian masuk PTN, seperti SNMPTN, UM UGM, Simak UI, UMB, kedua istilah itu dapat dipersamakan. Inti kalimat adalah unsur-unsur inti di dalam sebuah kalimat, yaitu suatu unsur yang wajib ada dalam sebuah struktur kalimat. Sebuah kalimat harus memiliki subjek dan predikat. Jadi, inti kalimat adalah SUBJEK dan PREDIKAT. Selain itu, bisa juga OBJEK, tapi dengan syarat kalimat itu kalimat aktif transitif. Unsur yang bukan inti adalah KETERANGAN. Sebaliknya, kalimat inti adalah satu jenis kalimat yang memiliki syarat (1) terdiri atas inti-inti kalimat, (2)inti-inti kalimat itu pun harus merupakan sebua...

Kalimat baku/Kalimat standar cont. 2

Yang juga perlu diperhatikan dalam penyusunan kalimat baku adalah bentuk kalimat pasif. Dalam bahasa Indonesia, dikenal dua bentuk pasif. Bentuk pertama adalah kalimat pasif yang proses pembentukannya dengan mengubah bentuk verba aktif berawalan me- menjadi verba berawalan di-, yang diikuti juga dengan perubahan posisi subjek kalimatnya. Contoh: Ayah sedang membaca koran. (Kalimat aktif transitif) Pemasifan dapat dilakukan dengan cara: 1. ubah posisi objek menjadi subjek, dan sebaliknya sehingga kalimat menjadi Koran sedang membaca ayah. -->proses belum selesai, dilanjutkan dengan 2. ubah verba berawalan me- menjadi berawalan di-: membaca-->dibaca; kalimat menjadi Koran sedang dibaca ayah. (Kata depan oleh dalam kalimat di atas mana suka) Namun, aturan tersebut tidak berlaku apabila subjek kalimat aktifnya berupa kata ganti orang kesatu atau orang kedua baik tunggal maupun jamak. Contoh kata ganti orang kesatu: aku, saya, kita, dan kami; contoh orang kedua: kamu, engkau...

kalimat baku/kalimat standar cont. 1

syarat kedua, kebakuan kalimat dilihat dari kelengakapan kalimat. Sebuah kalimat lengkap adalah kalimat yang memenuhi kehadiran subjek dan predikat secara bersamaan. Itu syarat kelengkapan kalimat yang pertama, syarat lainnya adalah kehadiran objek mutlak ada jika kalimat tersebut berpredikat verba transitif. Berikut contoh-contoh kalimat tidak baku. Dalam pertemuan tingkat tinggi itu membicarakan perkembangan terbaru keamanan di Timut Tengah. Ketidakbakuan kalimat tersebut disebabkan subjek kalimat tidak hadir. Unsur yang ada adalah K=Dalam pertemuan tingkat tinggi itu; P=membicarakan; O=perkembangan terbaru keamanan di Timur Tengah. Peristiwa yang terjadi di kampungku itu sebab penduduk lalai menjaga keamanan. Kalimat di atas juga tidak baku, penyebabnya adalah P tidak hadir. Unsur yang ada pada kalimat tersebut adalah S=peristiwa yang terjadi di kampungku itu; K=sebab penduduk lalai menjaga keamanan. Artikel yang ditulisnya membicarakan tentang kenakalan remaja. Kalimat di atas juga...