Postingan

Predikat dalam Kalimat

Predikat (disingkat: P) merupakan unsur inti sebuah kalimat. Bahkan, predikatlah yang menentukan bagian depan atau belakangnya harus diisi dengan apa.Jika kalimat dijadikan kalimat minor, unsur yang tersisa adalah predikat. Jadi, inti paling utama dari kalimat adalah predikat. Dalam kalimat baku atau kalimat efektif, keberadaan predikat dianggap berpasangan dengan subjek. Sebab itu, sebuah kalimat efektif memiliki syarat utama kehadiran subjek dan predikat.

Subjek dalam Kalimat

Subjek, biasanya dikenal dengan singkatan huruf depannya saja, yaitu S, merupakan salah satu unsur inti yang harus ada dalam sebuah kalimat. Unsur lainnya yang harus ada,antara lain Predikat. Pada bagian ini, kita akan membahas unsur subjek meskipun subjek-predikat merupakan pasangan yang tidak terpisahkan. Artinya, di mana ada subjek maka harus ada predikat.

Jenis-jenis Klausa

Pernah dengar istilah klausa, bukan? Klausa mirip dengan kalimat sebab sama-sama memiliki subjek dan predikat. Bedanya adalah klausa tidak berintonasi final, artinya tidak diakhiri dengan tanda baca penanda akhir kalimat, seperti titik (.), tanda tanya (?), dan tanda seru (!). Pun, tidak mutlak diawali huruf kapital.

Jenis-Jenis Frasa

Masih ingat penjelasan saya tentang frasa? Baiklah, saya ulangi. Frasa adalah kelompok kata (dua kata atau lebih) yang menduduki satu fungsi kalimat dan pembentukan kelompok kata itu tidak mengubah makna kata-kata pembentuknya(tiap-tiapkata masih mempertahankan makna asalnya setelah terjadi penggabungan).

Sekali lagi soal singkatan dan akronim

Singkatan dan akronim itu berbeda meskipun keduanya bisa dianggap sebagai salah satu proses pembentukan kata. Penulisan singkatan dan akronim diatur di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan atau yang lebih dikenal dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Apa beda antara singkatan dan akronim?

Apa itu frasa?

Apa itu frasa? Secara sederhana, sebuah frasa dapat didefinisikan sebagai sebuah kelompok kata yang berada pada salah satu fungsi sintaksis serta penggabungan kata-kata itu masih mempertahankan secara utuh makna kata-kata yang bergabung tersebut.

Bahasa Indonesia, Muara Semua Bahasa

Alif Danya Munsyi (1996) berkata, "9 dari 10 kata bahasa Indonesia adalah Asing?".  Kata asing yang dimaksud dalam pernyataan di atas termasuk di dalamnya kata-kata dari bahasa daerah. Kita harus mengakui kenyataan tersebut, tetapi bukan berarti kita mengecilkan bahasa Indonesia. Dalam ilmu bahasa (linguistik), para pakar bahasa sering berkata, "Setiap bahasa memiliki kata yang cukup bagi bangsa tersebut berkomunikasi." Artinya, pada dasarnya kata-kata dalam bahasa kita sudah cukup mengungkapkan kebutuhan komunikasi dan interaksi sesama kita.